Pages

Friday, September 16, 2011

Bicara Merdeka Seorang Guru Tua

Lima dasawarsa yang lalu

Aku, anak desa yang dungu serba tak tahu

Hanya ikut-ikutan melulu

Memekik “Merdeka! Hidup Tunkuu!” bertalu-talu.


Hingga tiba ketika aku berani bertanya

Ruh dan makna sepatah kata,

Meminta bukti nyata sebuah cerita

“Merdeka”.


Kutadah segala madah

Kuperah khazanah hikmah

Ketemukan daulat karamah insaniyah

Mulia perkasa dengan al-izzah.


Merdeka siapa Cuma mengenyah penjajah

Merdekaku meraih izzah

Deklarasi syahadah: La ilaaha illa Llah

Menyanggah berhala seribu wajah

Mengenyah segala bedebah penjajah,

Penjarah, penjenayah.

Kubongkar pendaman fakta

Kubuka kitab pusaka

Terserlah deretan nama

Wira merdeka bukan Tunku sahaja

Ramai yang mendahuluinya.


Mendadak aku bertanya

Sejarah bikinan siapa?

Merdekakah kita,

Julingkah mata sarjana

Apabila tidak bersuara

Tentang pahlawan tak dikenang

Wira tak didendang?


Lima dasawarsa lamanya

Banyak kata belum terkota

Banyak lagi rupa tak seindah berita.


Bagi generasi yang semakin tak mengerti

kata merdeka bak mantra yang hilang sakti

dan mereka semakin tak peduli.


Jiwa merdeka sirna ditelan pesta

Matilah rasa hilanglah peka

Betapapun gegak gempitanya

Pekikan Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Tetapi semerta terbelalak mata

Bila setan korupsi menggoda,

“Mau duit ka? Mau duit ka? Mau duit ka?


Gejala pesona yang kian menggila

Menginjak takwa menganjak jiwa

Merdekakah dengan tuhanan Yang Maha Esa

Menjadikan hamba kewangan yang “maha berkuasa”.


Pada Hari Merdeka yang ceria

Kusimpan tangis di sebalik tawa

Kupendam cemas di tengah pesta.

Akan terjualkah merdeka kita?


-Karya: Dato’ Dr. Siddiq Fadhil.



p/s: walaupun aku jenis yang tak minat sajak/puisi, namun aku mengerti isi bicara ini..

6 Mitos:

YuiLight said...

Erti yang mendalam :)

diana said...

merdeka??
artis di dataran merdeka..
bunga api..
dan perarakan awal pagi..
KLCC juga meriah.

h A n Y S said...

"Bagi generasi yang semakin tak mengerti

kata merdeka bak mantra yang hilang sakti

dan mereka semakin tak peduli."


kata 'merdeka' hanya dilaung dihujung bibir, tidak sepenuhnya pada hati..

nabilah_2908 said...

konsert Suara Kami salah satu contoh bagaimana mereka mengambarkan erti MERDEKA :(

Selipar Putus said...

aku mcm x pcaya ang post entry ni.. hihi. namun begitu, aku jua mengerti isi bicara ini.. ;D

shahir said...

bes ini tulisan...
kdg2 aku terpikir jgk, sjrah bngsa aku ni sbnrnya sapa yg bikin..
asli o x...
atau aku dan org2 lain jgk dh diserapi dgn 'fakta' sjrah yg didodoikan sjak aku skolah rndh lg...beselirat..segala yg tersirat.